Kisah Teladan Sunan Giri

July282012


sunan-giri.jpeg

Assalamu'alaikum wr. wb.

Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Ia lahir di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden ?Ainul Yaqin dan Joko Samudra. Ia dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

Silsilah

Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda mengenai silsilah Sunan Giri. Sebagian babad berpendapat bahwa ia adalah anak Maulana Ishaq, seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah. Maulana Ishaq diceritakan menikah dengan Dewi Sekardadu, yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.

Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW; yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al- Baqir, Ja?far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al- Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali? Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al- Husaini (Maulana Akbar), Maulana Ishaq, dan ?Ainul Yaqin (Sunan Giri). Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur, dan catatan nasab Sa?adah BaAlawi Hadramaut.

Dalam Hikayat Banjar, Pangeran Giri/Sunan Giri merupakan putera dari pasangan Putri Pasai (Jeumpa) dengan putera Raja Bali. Putri Pasai adalah puteri Sultan Pasai yang diambil isteri oleh Raja Majapahit yang bernama Dipati Hangrok. Pasangan Putri Pasai dengan Raja Majapahit ini telah memperoleh seorang putera. Kemudian Putri Pasai diberikan oleh Raja Majapahit kepada putera dari Raja Bali. Jadi Pangeran Giri saudara seibu dengan putera Raja Majapahit. Mangkubumi Majapahit masa itu adalaha Patih Maudara.

Kisah

Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah, dengan Dewi Sekardadu, putri Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Dipaksa untuk membuang anaknya, Dewi Sekardadu menghanyutkannya ke laut.

Kemudian, bayi tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal (pelaut) dan dibawa ke Gresik. Di Gresik, dia diadopsi oleh seorang saudagar perempuan pemilik kapal, Nyai Gede Pinatih. Karena ditemukan di laut, dia menamakan bayi tersebut Joko Samudra.

Ketika sudah cukup dewasa, Joko Samudra dibawa ibunya ke Surabaya untuk belajar agama kepada Sunan Ampel. Tak berapa lama setelah mengajarnya, Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Kemudian, Sunan Ampel mengirimnya dan Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang), untuk mendalami ajaran Islam di Pasai. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudra. Di sinilah, Joko Samudra, yang ternyata bernama Raden Paku, mengetahui asal-muasal dan alasan mengapa dia dulu dibuang.

Membangun Pesantren

Setibanya dari berguru kepada ayahnya di Pasai, atau mungkin pulang dari tanah suci untuk menunaikan ibadah ha)i, seperti biasanya seorang penyebar agama Islam, Raden PAKU lalu mendirikan pesantren. Di atas telah diterangkan bahwa pemilihan tempat untuk mendirikan pesantren itu disesuaikan dengan petunjuk ayahnya, yang secara qias dilukiskan dengan segenggam tanah dari Pasai. Pad a waktu Raden PAKU mulai mendirikan pesantren, usia Sunan AMPEL, gurunya yang pertama, sudah lanjut. Walaupun masih banyak diminati oleh murid-murid dari berbagai penjuru tanah air, pesantren baru yang didirikan oleh Raden PAKTJ itu segera menjadi pesaing pesantren Ampeldento. Paling tidak sekarang ada beberapa pilihan bagi para pemuda maupun pemudi untuk mempelajari ilmu agama yang bagi masyarakat Jawa masih dianggap baru itu.

Beberapa pilihan tersebut adalah Ampeldento (Surabaya), Mbonang (Tuban) dan Giridento (Gresik). Tentang perguruan Sunan GIRI di bukit Giri, Gresik, ada dua informasi yang berbeda. Pertama, seperti telah diterangkan di muka, dan ini yang banyak diyakini kebenarannya oleh sebagian besar masyarakat, perguruan tersebut didirikan Raden PAKU setelah mendapat petunjuk dari ayahnya pada waktu Raden PAKU selesai berguru di Pasai. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa sebelum memilih tempat dengan ma tap, Raden PAKU bertapa terlebih dulu di suatu bukit selama 40 hari. Berita seperti ini jelas terpengaruh dari nilai- nilai agama lama, dan sama sekali tidak sesuai dengan akidah Raden FAKU yang begitu taat kepada syariat Islam. Kedua, pesantren Giri sebenarnya didirikan oleh ayah Raden PAKU, yaitu Maulana ISHAQ, dan Raden PAKU menjadi penerusnya setelah dia selesai berguru di Ampeldento dan ayahnya pindah ke Tumasik (Smgapura), kemudian pindah lagi ke Pasai.

Walaupun pendapat yang kedua ini tidak banyak diterima oleh sebagian besar masyarakat, narnun tidak terhitup kemungkinan bahwa pendapat ini yang benar. Pendapat pertama lebih menonjol karena diperkuat oleh Idsah mistik yang mcnyangkut kedua tokoh ayah dan anak tersebut, dan orang Jawa selalu menyukai kisah yang berbau mistik. Dengan pesantrennya itu, bersama kawan dan sekaUgus saudara iparnya, yaitu Sunan MBONANG, nama Raden PAKU segera terkenal sampai ke mana-mana. Di samping relatif lebih menguasai iimu agama Islam karena menyerap dua guru terkenal, Raden PAKU masih muda dan ber- darah bangsawan sehingga dihormati oleh masyarakat Jawa. Hal ini serupa dengan keadaan sekarang, dimana juru dakwah kulit putih di Amerika maupun Eropa Barat lebih dipercaya oleh masyarakat setempat dibanding dengan juru dakwah dan Tirnur Tengah, meskipun iimu agama yang dimiliki oleh orang Timur Tengah itu )auh lebih banyak. Dengan pesantrennya itu, Sunan GIH tidak saja mampu menyebarkan agama Islam ke seluruh masyarakat Indonesia, tetapi juga sangat berwibawa di mata para penguasa Majapahit. Bahkan seperti yang akan diterangkan kemudian, kedudukan Sunan Giri sebagai Ketua Walisongo mempunyai arti tersendiri, baik bagi masyarakat yang memeluk agama Islam maupun pengikut agama lama.

Tantangan Begawan MINTOSEMERU

Ketenaran Raden PAKU sebagai penyebar agama Islam mernbuat beberapa tokoh masyarakat tidak suka, irihati, khususnva bagi pernimpin agama lama yang sedang tergeser kedudukannya. Salah satu tokoh yang merasa irihati tersebut adalah Begawan MJNTOSEMERU, yang mempuny ai padhepokan dengan banyak pengikut di lereng gunung Lawu, di sekitarJogorogo sekarang.

Karena hal inilah Begawan MINTOSEMERU menantang Sunn Giri adu kesaktian dan yang kalah menjadi murid dari yang menang, Sunan GIRI dapat mengalahkan Begawan MINTOSEMERU sehingga sesuai dengan janjinya maka Begawan MINTOSEMERU lalu berguru kepada Sunan Giri, menjadi santri dan berbaur dengan santri lain yang berasal dan berbagai penjuni tanah air, berbagai suku, berbagai latar belakang sosial dan umul. Setelah beberapa bulan belajar kepada Sunan Giri, Begawan MINTOSEMERU kembali ke padhepokan- nyn di gunung Lawu, dan murid-muridnya diajak masuk Islam. Sebagaian besar murid Begawan MINTOSEMERU mengikuti petunjuk gurunya itu, tetapi sebagian ada pula yang tetap setia mengikuti agama yang telah dianutnya selama ini. Sampai sekarang masih ada berita bahwa di daerah logorogo, tempat tinggal Begawan MINTOSEMERU itu, ada seorang tokoh yang pura-pura masuk Islam tetapi selalu menyebarkan berita buruk tentang Islam dengan menyelewengkan makna ajaran Islam tertentu. Tokoh tersebut merupakan anak-cucu murid Begawan MINTOSEMERU yang tidak man masuk Islam, dan oleh karena itu ingin menjatuhkan nama baik Islam dan dalam dengan membuat dtra bliruk tentang ajaran atau nilai-nilai Islam.

Serangan Pasukan Majapahit

Selama di bawah kepemimpinan Orabu Brawijaya V, dakwah islam tidak pernah mendapatkan hambatan, dan bahkan di dukung oleh majapahit, akan tetapi setelah Prabu Brawijaya V di jatuhkan oleh Girindrawardhana, Hambatan dalam berdakwah menjadi semakin besar. Karena ketua Walisongo sudah beralih ke tangan Sunan GIRI, maka Majapahit di bawah GIRINDRAWARDHANA mengirim pasukan untlik menghancurkan Girikedhaton agar tidak terjadi dualisme kepernimpinan di Jawa. Sikap Sunan GIRI sendiri justru mengiginkan agar Demak segera menyerang Majapahit, karena di samping pandangan Prabu GIRINDRAWARDHANA terhadap Islam sangat berbeda dengan raja-raja Majapahit sebelumnya, Raden FATTAH dapat menuntut balas atas kekalahan ayahandanya.

Di lain fihak, Frabu GIRINDRAWARDHANA tidak rela agama Hindu terdesak oleh Islam. Untuk menyatakan ketidak-sukaannya dengan Islam, Frabu GIRINDRAWARDHANA mengutus dua orang senopati yang sangat terkenal kesaktiannya, yaitu Lembusuro dan Keboharjo, Kedua senopati itu ingin menyerang Sunan GIRI di malam hari, ketika Sunan GIRI akan melaksanakan sholat tahajud. Tetapi aneh, ketika dua orang prajurit pilihan Majapahit itu berhadapan dengan Sunan GIR] seorang diri, tiba-riba mereka berdua merasa lumpuh. Setelah ditanya oleh Sunan GIRI, keduany a berterus terang mengatakan sebagai utusan Prabu BRAWIJAYA VI untuk membunuh Sunan GIRI. Mendengar pengakuan itu, Sunan GIRI memerintahkan kedua utusan itu pulang dan melaporkan apa yang dialami kepada Prabu BRAWIJAYA. Mendengar laporan tersebut Frabu GIRINDRAWARDHANA sangat marah, lalu memerintahkan Mahapatihnya untuk mengirim ribuan prajurit menyerang Girikedhaton. Mengetahui adanya serangan itu Sunan GIRJ berdo?a kepada Allah Swt. Do?a Sunan GIRJ dikabulkan, dan hamparan sawah di sekitar ribuan prajurit Majapahit tersebut berubah menjadi lautan. Frajurit Majapahit tidak dapat bergerak terkurung oleh lautan sampai mereka kehabisan bekal dan mengalami kelaparan. Melihat hal itu Sunan GIRi merasa kasihan kepada prajurit Majapahit lalu menciptakan tambak menjadi beras. Dengan demikian prajurit Majapahit tidak mati kelaparan. Setelah kenyang dengan beras yang datang melirnpah di kanan-kirinya itu, prajurit Majapahit lalu membuat jembatan sehingga tidak lama kemudian dapat mencapai Girikedhaton. Membaca kisah Walisongo tidak masuk akal ini, sekali lagi bandingkan dengan kisah Rasulullah Saw pada waktu perang menghadapi orang kafir Quraish yang tidak pernah disertai dengan kisah mistik sedikit pun. Ketika prajurit Majapahit harnpir mencapai bukit Giri, Sunan GIRI sedang menulis kitab di kamarnya.

Melihat ribuan prajurit Majapahit mau menyerang dirinya, Sunan GIRI melempar kalam di tangannya dan seketika itu juga kalam berubah menjadi keris yang berputar melayang- layang menyerang tentara musuh. Kemudian Sunan GIRJ mengmbil segenggam pasir, lalu ditaburkan kepada penyerang dan pasir segera berubah menjadi lebah. Lebah- lebah jadian itu menyerbu dan menyengat prajurit Majapahit sehingga mereka lari tunggang- langgang. Kelak keris dari kalam Sunan GIRJ tersebut dinamakan keris Kalamunyeng. Anehnya, keris tersebut sampai sekarang masih disimpan oleh para pernuka Islam di Jawa Tirnur. Ketika Presiden ABDURRAHMAN WAHTD menghadapi ancaman Sidang Istimewa MPR pada bulan Agustus 2001, keris tersebut diberikan oleh Kyai Langitan untuk menghadapi ancaman itu (Harian Jawa Pos, 2001). Temyata Presiden ABDURRAHMAN WAKTO diturunkan oleh MPR lewat Sidang Istimewa dan kedudukan sebagai Presiden Republik lindonesia digantikan oleh Wakil Presiden, yaitu MEGAWATI SOEKARNOPUTRI.

Kisah inipun dapat dibandingkan dengan serangan Abrahah, raja Yaman, yang hendak menghancurkan ka?bah. Akhirnya pasukan ABRAHAH hancur oleh burung abaabUI yang diturunkan dari langit oleh Allah Swt, bukan karena kerikil yang dilemparkan oleh ABDULMUTHOLIB. Fertolongan Allah Swt itu turun karena kepasrahan ABDUL MUTHOLIB, dan juga untuk melindungi ka?bah sebagai bangunan sud miLik Allah Swt. Dengan kekalahan itu Prabu GiRJNDRAWARDHANAmerasa sangat sedih. Kalau baru menghadapi Sunan GIRI seorang diri saja tentara Majapahit sudah kalah, apalagi kalau Sunan GIRJ bergabung dengan laskar Demak. Di tengah- tengah kegaJauan fikiran yang mengkhawatirkan serangan laskar Demak dan Girikedaton itu, pada tahun 1498 Prabu GIRINDRAWARDHANA discrang dan kalah oleh Frabu Udoro. Namun Prabu Udoro juga cemas dengan ancaman Demak yang dipimpin oleh keturunan Prabu BRAWIJAVA V. Oleh karena itu pada tahun 1512 Prabu Udoro yang sekarang bergelar BRAWIJAYA VII, mencoba untuk minta bantuan Portugis di Malaka. Narnun sebelum bala bantuan Portugis itu datang, Prabu BRAWIJAYA VII telah diserang dan akhirnya dikalahkan oleh pasukan Demak Bintara yang dipimpin Sunan NGUDUNG yang kemudian digantikan oleh putranya, Sunan KUDUS. Setelah pertempuran yang memakan banyak korban di kedua belah fihak dan berlangsung cukup lama, akhirnya Majapahit jatuh untuk selama-lamanya pada tahun 1517. Pertempuran menentukan tersebut berlangsung selama 4 tahun.

Dakwah dan kesenian

Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya, Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden ?Ainul Yaqin kembali ke Jawa. Ia kemudian mendirikan sebuah pesantren giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti, Kebomas. Dalam bahasa Jawa, giri berarti gunung. Sejak itulah, ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri.

Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung.

Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan- permainan anak seperti Jelungan, Lir-ilir dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

sumber
Share on Facebook Share on Twitter

Comments

14 responses to "Kisah Teladan Sunan Giri"

Soni on 06:13 PM, 28-Jul-12

mntap critax sob thanks udh sharebiggrin

Otong Buncir on 07:00 PM, 28-Jul-12

absen aza, slalu nyimak postinganmumrgreen

Ansar Dinata on 08:05 PM, 28-Jul-12

Trmakasi atas kriman'a sob.

Yogaagoy on 08:32 PM, 28-Jul-12

Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Ia lahir di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden ?Ainul Yaqin dan Joko Samudra. Ia dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

hadirrr....

Chikal Anugrah on 02:46 AM, 29-Jul-12

Thanks info nya sob?

jangan lupa kunbAl ia sob down-arrow
http://ciname10.mywapblog.com/opmin-7-0-gratis-xl-24-jam-skins-android.xhtml

Ade Kesturi on 05:30 AM, 29-Jul-12

kunjungan subuh kang
wahh mantapp infonya smile

Gammy Asqallany on 06:59 AM, 29-Jul-12

mantap lanjutkan
http://gammy.mywapblog.com/kumpulan-info-bo-anti-scam-free-aplikasi.xhtml

Rian Marley Rastafara on 01:48 PM, 29-Jul-12

artikel sangat bermanfaat gan biggrin semoga makin sukses aja di tunggu Kunbalnya ada yang bru nih buat juraGan
http://rian378.mywapblog.com/momonon- reggae-band.xhtml

Rian Marley Rastafara on 01:50 PM, 29-Jul-12

artikel sangat bermanfaat gan biggrin semoga makin sukses aja di tunggu Kunbalnya ada yang bru nih buat juraGan
http://rian378.mywapblog.com/momonon- reggae-band.xhtml

Jettro William Tanzil on 03:06 PM, 29-Jul-12

wah suru boz ditunggu artikel yg lainnya. . .

Axl Dharmasraya on 05:29 PM, 29-Jul-12

Sejarang penyebaran islam...ini ilmu pengetahuan.

eQokk Als Paunathans on 04:11 AM, 30-Jul-12

Wah. .keren sob artikelnya. Bisa liat2 sejarah para wali. .
Mantap. . .
http://cisewuonline.heck.in/fakta-prilaku-unik-dan-aneh-di-facebook.xhtml

Tarsidin on 10:00 AM, 30-Jul-12

Kunjungan pagi, mav telat y sob, biografi yg lengkap banget nih

Boedi Wbs on 11:32 AM, 30-Jul-12

Wah maaf gan telat, post yang sangat bermanfaat. . biggrin

Jgn lupa kunbal yaw, right-arrow

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images


 
Back to Top